Training Manajer Energi, (5) MENGEVALUASI MANAJEMEN ENERGI

Tahapan evaluasi dalam sistem manjemen energi dapat dibagi menjadi dua yaitu tahapan pemeriksaan dan tahapan review manajemen. Pada bab ini akan dibahas evaluasi berkaitan dengan pemeriksaan. Berikut ini adalah proses umum pemeriksaan dalam ISO 50001.

proses pemeriksaan dalam sistem manajemen energi ISO 50001

Proses pemeriksaan (Checking) meliputi hal-hal sbb :

  1. Pemantauan, pengukuran dan analisis. Tujuan dari pemeriksaan adalah untuk memastikan bahwa karakteristik kunci yang menentukan kinerja energi dimonitor, diukur dan dianalisis pada selang waktu tertentu. Tingkat pengukuran untuk setiap karakteristik kunci harus sesuai dengan ukuran dan kompleksitas organisasi.
  2. Evaluasi kepatuhan. Kegiatan ini menilai status kepatuhan dengan persyaratan hukum yang berlaku dan kebutuhan energi lainnya yang diadopsi atau merupakan komitmen dari organisasi.
  3. Audit internal. Audit Internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen energi (SME) sesuai dengan standar ISO 50001 yang dilakukan pada selang waktu terencana dan efektif untuk meningkatkan kinerja energi.
  4. Ketidaksesuaian, koreksi, tindakan korektif dan preventif. Kegiatan ini mencari penyebab semua ketidaksesuaian yang muncul, atau potensi ketidaksesuaian dapat ditentukan, dan apakah tindakan korektif atau pencegahan adalah bersifat wajib atau bukan.
  5. Pengendalian rekaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga dan mengelola informasi tentang hasil yang telah dicapai atau memberikan bukti dari kegiatan yang telah ditentukan.

PEMANTAUAN, PENGUKURAN DAN ANALISIS MANAJEMEN ENERGI

Setiap operasi suatu organisasi mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Termasuk dalam melakukan pemantauan, pengukuran konsumsi energi review atas kinerja energinya.  Data yang dikumpulkan dalam pemantauan dan pengukuran. Kegiatan yang dilakukan dalam kaitannya kontrol operasi dengan pemantauan dan pengukuran adalah sbb.

keterkaitan pemantauan dan kontrol operasi dalam manajemen energi

Karakteristik utama yang akan dipantau, diukur dan dianalisis dalam ISO 50001 paling tidak meliputi  :

  1. Penggunaan energi yang signifikan dan output lainnya yang berasal dari tinjauan energi
  2. Variabel yang relevan terkait dengan penggunaan energi yang signifikan
  3. Indikator kinerja energi
  4. Efektivitas tindakan berencana dalam mencapai tujuan dan sasaran
  5. Evaluasi konsumsi energi aktual vs yang diharapkan .

Dalam kasus apapun, penggunaan energi yang signifikan dan faktor-faktor yang relevan dengan konsumsi energi harus selalu dipantau. Pemantauan, pengukuran dan analisis tergantung pada jenis organisasi. Misalnya konsumsi energi dari proses, kompresi udara, pemanasan atau pencahayaan.

Pemantauan dan pengukuran yang baik dapat menghasilkan indikator kinerja energi. Penting untuk membandingkan indikator kinerja energi tersebut dengan benchmarking di tempat lain, maupun dengan baseline sendiri. Perlu diperhatikan bahwa baseline energi harus disesuaikan sebagai nilai referensi baru jika perubahan signifikan telah terjadi di operasi atau kinerja energi yang ditentukan sebelumnya sudah tidak lagi sesuai lagi untuk pengukuran.

Seorang manajer energi harus bisa membangun benchmark dengan bagian lain dari perusahaan atau dengan perusahaan lain yang sebanding untuk mengungkap potensi optimasi dan untuk menentukan tujuan energi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mereview secara teratur, hubungan antara variabel yang berpengaruh dan konsumsi energinya, untuk memastikan konsumsi yang direview sesuai dengan kinerja energi saat ini.

Analisis Data Energi

Konsumsi energi dipantau secara teratur untuk menentukan hasil dari pelaksanaan proyek manajemen energi. Data yang dikumpulkan harus mewakili kondisi operasi normal. Metode sederhana adalah dengan melihat intesitas energi (specific energy consumption, SEC) dengan jumlah produksi, seperti gambar di bawah ini. Terlihat bahwa kenaikan konsumis energi terjadi karena ketidakefisienan, bukan karena peningkatan produksi.

manajemen energi. intensitas energi vs produksi

Data energi tidak hanya mencakup penggunaan energi tetapi juga faktor-faktor kunci yang berpegaruh. Tujuan dari analisis data energi dapat didefinisikan sebagai berikut: 

  • Memisahkan penggunaan energi dan biaya
  • Menghitung tingkat kinerja
  • Memahami alasan penggunaan energi yang bervariasi dan kinerjanya
  • Menghitung target penggunaan energi dan efisiensi yang akan digunakan untuk mengidentifikasi kinerja yang buruk dan melacak kemajuan kinerja
  • Membuat model energi  
manajemen energi. distribusi penggunaan energi
distribusi penggunaan energi

Juga penting untuk menampilkan distribusi konsumsi dan biaya energi. Manfaat yang bisa diperoleh antara lain ;

  • Mengalokasikan biaya untuk departemen terkait
  • Menyoroti bidang utama/alat utama
  • Memicu diskusi dan munculnya ide-ide
Manajemen energi. rincian penggunaan dan biaya utilitas
Rincian penggunaan dan biaya utilitas

Pemeriksaan dan Pengoreksian

Selama pelaksanaan proyek, kemajuan secara teratur diperiksa untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Jika koreksi diperlukan, maka harus diidentifikasi dan dilaksanakan sesegera mungkin untuk meminimalkan kerugian dan menjaga proyek agar tetap pada jalurnya. Beberapa pertanyaan yang harus dipertimbangkan dalam menentukan apakah ada koreksi yang diperlukan meliputi:

  • Apakah proyek berjalan sesuai rencana?
  • Adakah masalah yang tak terduga muncul yang mengancam kesuksesan proyek?
  • Personil yang ditugaskan, apakah sudah tepat?
  • Adakah sumber daya yang kurang?
  • Adakah keahlian tambahan yang diperlukan?
  • Apakah pengeluaran proyek sesuai dengan anggaran?

MENGEVALUASI KEPATUHAN

Manajer energi dan tim perlu memeriksa secara rutin, apakah kegiatan manajemen energi telah telah sesuai dengan semua persyaratan yang relevan. Hasil evaluasi harus dicatat untuk menunjukkan status kepatuhan organisasi.

Identifikasi Persyaratan Hukum dan Lainnya

Untuk mengelola energi secara efektif, maka manajemen energi harus menyadari persyaratan ini. Dalam modul kebijakan energi sudah dijabarkan aturan nasional antara lain UU No. 30 tahun 2007, PP 79 tahun 2009 dan peraturan menteri lainnya. Akan tetapi masih ada beberapa persyaratan aturan baik yang wajib maupun sukarela yang harus diidentifikasi dan juga dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, seperti :

  • Kebijakan Energi Nasional (KEN)
  • Rencana induk konservasi energi nasional (RIKEN)
  • Standar Nasional Indonesia tentang konservasi energi pada bangunan yang meliputi tata udara, tata cahaya, selubung bangunan, dan audit energi
  • Sertifikasi manajer energi dan auditor energi (SKKNI tentang manajer energi dan auditor energi).
  • Pelaporan wajib kegiatan manajemen energi ke Kementrian ESDM (POME)
  • Persyaratan aturan dengan pihak penyedia energi seperti dengan PT. PLN, PGN atau lainnya
  • Persyaratan lain yang mungkin ada termasuk arahan perusahaan, perjanjian sektoral untuk diikuti organisasi, program sukarela, dll.

Kegiatan identifikasi kepatuhan sangat penting karena terkait dengan tujuan energi dalam kebijakan energi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk menganalisis total konsumsi energi dan mengembangkan baseline energi.

Manajemen energi. energy objectives

Audit Internal

Pelaksanaan evaluasi kinerja pelaksanaan manajemen energi secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu evaluasi kinerja energi (teknis) dan kinerja system manajemen energi. Audit Sistem Manajemen Energi didasarkan pada konsep audit yang umum, yaitu membandingkan kondisi aktual dengan kondisi yang diharapkan untuk mendapatkan temuan. Temuan audit bisa positif (kriteria dan bukticocok) atau negatif (kriteria dan bukti tidak cocok).

Audit SME menggabungkan fitur umum yang merupakan elemen penting dari pemeriksaan, yaitu:

  • Audit direncanakan dan menggunakan metodologi tertentu
  • Audit harus bebas dari bias atau prasangka (misalnya tidak mengaudit pekerjaan sendiri)
  • Audit mencakup pertimbangan kritis / review temuan yang dihasilkan
  • Audit memperhatikan semua kegiatan yang berada dalam lingkup sistem manajemen energi
  • Audit mengevaluasi kinerja energi
  • Sampel audit berdasarkan penggunaan energi dan konsumsi serta kinerja energi
  • Audit harus memastikan bahwa kegiatan dilaksanakan secara efektif dan konsisten
  • Audit menggunakan orang yang telah dilatih sebagai auditor.

Hasil audit harus terdokumentasi dalam sebuah laporan audit dan dikomunikasikan kepada manajemen puncak. Laporan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan SME tetapi juga mengacu langsung kepada efisiensi energi. Dalam menyusun laporan audit, dua tujuan yang spesifik harus dikemukakan yaitu :

  • Laporan harus memberikan bukti objektif dari pelaksanaan yang efektif dari proses audit. 
  • Laporan harus memuat tindakan koreksi yang harus ditangani dan untuk kebutuhan tindak lanjut yang akan dilakukan.

Audit internal harus secara teratur dilakukan, setidaknya sekali setahun. Dapat dilakukan oleh karyawan perusahaan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan tentang SME. Atau jika tidak, dapat berkonsultasi dengan auditor eksternal.